Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Iqbal Gwijangge melengkapi gelar dalam ajang piala AFF U-16. Sebagai kapten tim nasional, ia memimpin kawan-kawannya meraih juara seusai mengalahkan Vietnam melalui adu penalti di babak final. Sementara itu, penampilan individunya yang cemerlang menempatkannya sebagai pemain terbaik turnamen.
Pemain muda ini pun mengatakan bahwa "(penghargaan) ini semua berkat kerja sama tim, bukan karena saya sendiri. Itulah mengapa saya tak menyangka bisa meraih gelar Pemain Terbaik ini," ujarnya usai final Piala AFF U-16 lalu.
Dalam gelaran tersebut, ia menjaga pertahanan timnas dalam setiap laga. Sebagai bek tengah, ia berjasa membuat gawang Indonesia hanya kebobolan dua gol, sekali di babak grup dan sekali di babak semifinal.
Kapten Timnas U16 Bermental Juara
Bima Sakti memanggil pemain ini ke dalam seleksi pertama pada Mei 2022. Dalam kesempatan pertama itu, ia tidak lanjut dan dipulangkan. Namun, ia dipanggil kembali pada pemusatan latihan untuk piala AFF U-16. Sejak saat itu, ia bertahan dan menjadi pilihan utama sekaligus kapten tim.
Karir sepakbolanya sendiri bermula di kota kembang. Ia mengikuti sekolah sepak bola Sidolik dan SASCO Bandung. Setelah itu, ia berpindah ke tim Bandung Por United. Selain itu, ia pun bermain untuk tim sepak bola sekolahnya. Semasa ini, ia mendapatkan dua trofi Borneo Cup saat berusia 12 tahun dan Kuala Lumpur Cup di usia 11 tahun.
Keluarga Olaharagawan
Kegemaran Muhammad Iqbal Gwijangge terhadap sepak bola terbilang wajar mengingat Ia dilahirkan dalam keluarga olahraga. Besinah Haluk, ibunya, adalah atlet angkat besi. Ia menekuni olahraga ini dan berhasil mewakili Jawa Barat dalam PON.
Ibunya pun mengatakan bahwa Iqbal hanya ingin menjadi atlet sepakbola meskipun telah dikenalkan ke dunia atletik sejak dini. Semangat ini semakin terletup kala anaknya menonton langsung timnas U-23.
Jajaka Jawa Barat Berdarah Papua
Lahir di Sumedang, pemuda ini mempunyai darah Papua yang mengalir dari kedua orang tuanya yang merupakan Orang Asli Papua.Pernikahan keuda orang tua berakhir dengan perceraian, dan ayahnya kembali ke asalnya, Wamena, Papua.
Sejak kecil, ia menghabiskan waktunya di Jawa Barat. Sebagian besar di Sumedang, dan sisanya sampai saat ini di Bandung. Hal ini dikarenakan ibunya, sebagai Aparatur Sipil Negara, berpindah tempat dinas, dari Dinas Pemuda dan Olahraga Sumedang ke Dinas Pemuda dan Olahraga Bandung.
Besinah Haluk pergi ke Sumedang karena mengikuti ayah angkatnya, Kolonel Rahmat, yang lama bertugas di Papua.
Anak Angkat Mochamad Iriawan
Sebagaimana ibunya, Iqbal Gwijangge pun hendak diangkat anak. Paska kemenangan timnas, Mochamad Iriawan, Ketua Umum PSSI, ingin menyekolahkan sang kapten. Purnawirawan polisi ini pun telah meminta izin kepada ibundanya.
PRAMODANA
Baca: Profil Muhammad Iqbal Gwijangge Kapten Timnas U-16 Indonesia Saat Juara Piala AFF U-16 2022
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “http://tempo.co/”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini