Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunjuk anak muda menjadi Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi Z atau gen Z.
“Langkah-langkah strategis seperti ini menunjukkan bahwa Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sangat peduli dengan gen Z, menurut saya, milenial dan gen Z yang memang jumlahnya cukup besar di Indonesia,” kata Asrinaldi saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu, 18 September 2024 seperti dikutip dari Antara.
Dia juga menuturkan langkah tersebut sebagai upaya PKB mengader tokoh muda di internal untuk siap mengambil transisi kepemimpinan partai.
“Tentu harus ada upaya kaderisasi yang konkret, terutama di partai politik, karena salah satu fungsi partai politik itu ya kaderisasi kepemimpinan, terutama dalam konteks kepemimpinan di partai yang bisa direfleksikan nanti ke pimpinan pemerintahan, ke pimpinan di tingkat nasional,” ujarnya.
Asrinaldi menyebutkan langkah PKB itu membuat anak muda dari generasi milenial dan Z berpikir mempunyai ruang dan kesempatan berpolitik praktis.
“Mereka dengan cara mereka sendiri ya tentunya berusaha untuk bisa masuk juga dalam dunia politik, dan harus dipersiapkan dengan matang oleh PKB. Itu yang saya lihat dalam pesannya,” tuturnya.
Meski demikian, dia mengingatkan agar menjadikan anak muda sebagai Ketua Harian PKB itu tidak sekadar gimik.
“Kita tunggu kalau memang Cak Imin menganggap bahwa posisi anak muda ini pada kepemimpinan PKB itu penting, terutama aspek ketua harian ini, mereka melakukan tanggung jawab yang bisa dilihat oleh masyarakat,” ujarnya.
Bila hal tersebut tidak sebatas gimik, menurut dia, dapat menjadi model bagi partai politik lain untuk mengedepankan anak-anak muda memimpin negara.
Sebelumnya, Cak Imin mengumumkan susunan Ketua Harian PKB masa bakti 2024-2029 melengkapi susunan DPP PKB yang telah diumumkan sebelumnya. Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu, menjelaskan Ketua Harian PKB berfungsi langsung untuk mengambil tanggung jawab pengorganisasian dan implementasi program partai mewakili ketua umum.
Ketua Harian PKB adalah Ais Shafiyah Asfar, didampingi enam orang wakil ketua harian, yakni Najmi Mumtaza, Riezal Ilham Pratama, Gielbran Muhammad Noor, Nadya Alfi Roihana, Muhammad Aji Pratama, dan Lukman Maulana.
Ketua Harian PKB dan jajaran wakil didominasi oleh kaum muda. Menurut Cak Imin, penunjukan ketua harian dan wakilnya ini penting bagi regenerasi partai.
Selanjutnya, alasan PKB rekrut Ais Shafiyah Asfar sebagai ketua harian…
Adapun Cak Imin mengungkapkan alasan partainya memilih Ais Shafiyah Asfar sebagai Ketua Harian PKB. Muhaimin mengatakan penunjukan Ais Shafiyah sebagai ketua harian tidak berhubungan dengan sikap partainya yang bergabung ke koalisi pemerintahan Prabowo Subianto mendatang.
Dia mengatakan munculnya jabatan Ketua Harian PKB juga tidak berhubungan dengan dia yang akan sibuk dalam pemerintahan Prabowo mendatang. Namun, kata dia, tujuan adanya jabatan ketua harian dalam komposisi pengurus PKB serta jabatan itu diisi oleh kalangan anak muda adalah untuk mendukung regenerasi di partainya.
“Spektrum pekerjaan PKB semakin luas, maka saya harus berbagi tugas dengan ketua harian dalam berbagai bidang,” kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Rabu, 18 September 2024.
Cak Imin menuturkan Ketua Harian PKB ini akan bertanggung jawab dalam pengorganisasian dan implementasi program mewakili ketua umum sehari-hari. Tugas ketua harian akan berbeda dengan Ketua Umum PKB.
“Kalau ketua harian, akan melaksanakan tugas harian, maka ketua umum bertanggung jawab kepada seluruh program secara umum,” kata dia.
Saat konferensi pers, Cak Imin tak menjelaskan secara tegas alasan adanya jabatan ketua harian dalam komposisi kepengurusannya tersebut berhubungan dengan posisi dirinya di kabinet Prabowo mendatang. Ketika awak media mengkonfirmasinya, Muhaimin justru menjelaskan hal lain.
“Soal kabinet, PKB sama sekali tidak punya kewenangan apa pun. Itu mutlak hak prerogatif presiden,” ujarnya.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan PKB memiliki tanggung jawab agar pemerintahan Prabowo bermanfaat bagi publik. Karena itu, PKB berkomitmen memberikan kemakmuran, kesejahteraan, dan keamanan masyarakat jika bergabung dengan pemerintahan Prabowo.
“PKB tahu persis bahwa secara moral kami merasa punya kewajiban mensukseskan pemerintahan. Kami merasa tak perlu ikut campur soal hak prerogatif,” kata dia.
SAVERO ARISTIA WIENANTO | ANTARA
Pilihan editor: Soal Dana Kementerian Baru di Kabinet Prabowo, Wamenkeu Thomas Djiwandono Bilang Begini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini